LOGO

BERITA

  • Pidato Wisudawan Terbaik WISUDA V STIKKU Mendapat Banyak Apresiasi

    Pidato Wisudawan Terbaik WISUDA V STIKKU Mendapat Banyak Apresiasi

    04 Nopember 2014 Admin

    Sambutan Wisudawan Terbaik STIKKU dalam WISUDA V STIKKU, Nonok Siti Nurholisoh, A.Md.Keb, yang digelar pada tanggal 29 Agustus 2013 yang lalu di Sangkanprima Resort Kuningan mengundang decak kagum audiens. Apresiasi datang dari Pejabat yang mewakili Gubernur Jabar, Ketua PD IBI Jabar, Prof. Dewi dan beberapa tamu undangan lainnya. Berikut ini adalah petikan pidato tersebut:

    In the name of Allah, the compassionate and the merciful. All prise is due to allah, the lord of the world, the master and the creator of everything in the universe, the destroyer of all oppressor and the hope of the oppressed, For enabling us to Meet together in the simple but peaceful place. Peace and salutation be upon to the nobel Prophet of Islam, Muhammad SAW and his households, his companions and his faithful followers who strive in Allah religion of Islam.

    I express my gratitude from the bottom of my deepest heart to the master of ceremony for giving me valuable chance so that I can speak in front of you all.

    Ibu, bapak dan teman-teman, selamat datang. Kita tidak pernah menyangka bagaimana hari ini akan tiba, kita berdoa agar hari ini segera tiba, menyilangkan hari pada kalender menghitung jam, menit, detik dan kini kita telah disini di Wisuda V STIKKU tahun 2013. Tentang kata Wisuda, sudah saya konfirmasi pada teman saya yang sudah tidak diragukan lagi ke-jawa-an-nya. Wisuda berasal dari kata wis dan kata sudah. Wis artinya sudah dan sudah adalah arti dari wis.

    Saya ingin kutip sedikit kalima dalam pidato pengunduran Anas Urbaningrum “di atas segalanya, saya ingin mengatakan barangkali ada yang berpikir bahwa ini adalah akhir dari segalanya, barangkali ada yang meramalkan dan menyimpulkan bahwa ini adalah akhir dari segalanya. Hari ini saya nyatakan ini baru permulaan. Hari ini saya nyatakan ini baru langkah awal dari langkah-langkah besar. Hari ini saya nyatakan ini baru halaman pertama, masih banyak halaman-halaman berikutnya yang harus kita buka dan baca”.

    Saya minta maaf karena wisuda ini berarti meninggalkan teman-teman yang memberikan inspirasi pada saya dan dosen-dosen yang telah menjadi mentor saya. Begitu banyak orang-orang yang telah membentuk hidup saya dan teman-teman selama menuntut ilmu di STIKKU. Di STIKKU kita hidup dalam dua dunia. Pertama adalah dunia pendidikan, dimana kita telah menjelajahi seluruh dunia. Kita pernah berjalan kesegala penjuru seperti darah, kita pernah berbaris rapih sperti botol-botol obat, kita pernah menggali seperti jarum dan bahkan kita pernah tenggelam dalam cairan infus. Itu adalah dunia pendidikan yang telah STIKKU berikan. Kalau kata Anas Baswedan “Pendidikan adalah eskalator sosial ekonomi” semoga dengan menjadi diploma dan sarjana maka akan ter-eskalasi-lah status sosial ekonomi kita.

    Namun dua kedua saya lebih superior, dunia kedua saya berisi karakter-karakter yang kurang eksentrik tetapi nyata, terbuat dari darah, daging dan penuh cinta. Mereka yang menjadi inspirasi utama saya untuk segalanya. Tetapi inspirasi utama saya datang dari sahabat saya, seorang pria yang begitu gemilang, darinya saya mendapat nama dan darah kehidupan, ayah saya telah memberikan saya berbagai gagasan bahwa saya dapat melalukan apapun yang saya mau atau menjadi siapapun yang saya inginkan.

    Ibu dan bapak dosen, jangan khawatirkan kami. Meski kami terkadang masih tampak tertatih, tapi percayalah bahwa kami akan belajar tanpa bimbingan tanganmu lagi. Dunia dihadapan kami pastinya lebih sulit dari yang pernah kami bayangkan. Hanya saya kami tahu bahwa doa dari dosen-dosen tercinta, niat baik dari hati kami untuk membahagiakan kedua orang tua kami dan cita-cita kami yang telah tegak hari ini akan lebih kuat dari apapun didunia nanti. Doakan kami selalu, seperti kami yang akan selalu mendoakan STIKKU dan mengenangnya selama hidup kami.

    Teman-teman, waktu kita terbatas. Jangan siakan-siakan dengan menjalani hidup orang lain, jangan terperangkap dalam dogma, yaitu hidup dari hasil berpikir orang lain. Jangan sampai perkataan orang lain menutup mata hati, batin dan intuisi kita sendiri.

    Sotsugyo dekeru omedoto gozaimashita. Kiyo kara motto motto ii hito ni nate. Itsuka mata o. Soni toki kyono koto hanasimashita. Go kyoryoku arigatou gozaimashita. Konichiwa.

BERITA LAINNYA

Indeks