LOGO

BERITA

  • Refleksi Hari Pneumonia Sedunia

    Refleksi Hari Pneumonia Sedunia

    14 Nopember 2014

    Setiap hari dalam 1 tahun itu kemungkinan ada temanya masing-masing. Tema hari ini adalah Hari Pneumonia Sedunia. Pneumonia merupakan penyakit peradangan pada paru-paru yang disebabkan karena infeksi mikroorganisme (bakteri, virus, dll). Pneumonia ini merupakan penyebab kematian utama pada balita, bukan saja di Indonesia, namun juga di dunia.

    Ada 5 (lima) upaya yang sekaligus solusi sederhana untuk pencegahan pneumonia pada balita kita :

    1. Memberikan ASI Eksklusif (hanya memberikan ASI pada 6 bulan pertama)

    2. Menjaga agar ventilasi di rumah kita memadai, terutama bagi rumah perokok. Jangan sampai bapak/anggota keluarga lainnya merokok di dalam rumah padahal di dalam rumah itu ada balita dan ventilasi rumah tersebut tak memadai

    3. Membiasakan mencuci tangan pakai sabun

    4. Mengonsumsi air bersih dan sanitasi yang memadai

    5. Memberikan asupan gizi yang baik (Makanan Pendamping ASI), terutama bagi anak usia 6 bulan sampai 2 tahun.

    Atas dasar itu, upaya promotif dan preventif (pencegahan penyakit) harus digalakkan dan diprioritaskan. Apalagi realitanya saat ini, belum semua RSUD punya fasilitas NICU dan PICU. Pertanyaannya berapa % APBD di kota kabupaten di wilayah kita yang ditujukan untuk anggaran promotif dan preventif?; sangat-sangat menyedihkan!!!
    Jelas bahwa tanggung jawab kesehatan juga bukan hanya tanggung jawab pemerintah namun juga masyarakat. Kesadaran berperilaku bersih dan sehat takkan berhasil bila hanya bertumpu atau bergantung pada pemerintah karena nyatanya mereka juga telah abai dengan tidak menganggarkan khusus untuk kegiatan promotif preventif.

    Balik lagi, inisiatif tenaga kesehatan di lapangan serta masyarakat itu sendirilah yang menjadi aktor utamanya. Pelaksanaan berbagai upaya kesehatan harus dilakukan lintas sektor dan karena itulah perlu kerja bareng (teamwork) dan kolaborasi dengan semua pihak. Doktee kini tak boleh egois merasa dirinya paling berkepentingan dan dibutuhkan untuk atasi masalah ini. Dokter kini harus menjadi team-leader dan karena itu mereka harus dibiasakan bekerja secara tim sejak di pendidikannya. 
    Berbagai kebijakan pemerintah telah ada terkait ASI Eksklusif, pengendalian asap rokok, pengendalian tembakau, dll namun klasik peraturan tinggalah peraturan yang menjadi tumpukan kertas yang tak bergigi dan berdampak apapun pada perubahan perilaku dan kebiasaan masyarakat kita. Karena apa? Karena mereka berpikir, bersikap, dan bertindak dhewek-dhewek alias sendiri-sendiri.

BERITA LAINNYA

Indeks